Parasit dan Aturan Ekologi Barunya

Jumat, 20 Januari 2012 – Para ilmuan dari UC Santa Barbara dan lembaga lain mengatakan kalau penelitian terbaru mereka diharapkan mempen

garuhi bidang ekologi dan dapat membantu manajemen ekosistem, termasuk hutan, danau, dan samudera. Dan itu semua karena parasit.


Penelitian ini, diterbitkan bulan Juli 2011 dalam jurnal Science, memasukkan parasit dalam sebuah studi komprehensif ekosistem. Dengan melakukan ini, para ilmuan mengatakan kalau mereka telah mengungkapkan satu aturan ekologi baru.

“Penemuan utama penelitian kami adalah kalau semua tipe hewan — parasit atau bukan — tampaknya mengikuti aturan yang tepat sama untuk menentukan seberapa banyak jumlah mereka,” kata   Ryan Hechinger,penulis utama dan asisten penelitian biologi dari Lembaga Sains Kelautan UCSB.“Hal ini mencakup burung, ikan, serangga, kepiting, siput, dan semua parasit yang hidup di dalam dan di luar mereka,” kata Hechinger. “Mereka semua tampaknya mengikuti aturan yang sama. Dan aturannya sederhana.

Anda dapat memprediksi seberapa banyak suatu hewan hanya dengan mengetahui seberapa besar individu dan seberapa tinggi posisinya dalam rantai makanan.”Hechinger menjelaskan kalau ukuran tubuh penting karena ia menentukan seberapa banyak makanan dibutuhkan hewan. Sejumlah makanan mendukung lebih sedikit hewan besar daripada hewan kecil karena tiap hewan besar perlu lebih banyak makanan. Rantai makanan itu penting karena semakin tinggi seekor hewan dalam rantai makanan, semakin sedikit makanan yang ada, dan karenanya semakin sedikit juga jumlah hewan tersebut.Menurut para ilmuan, mereka melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan siapapun sebelumnya: Mereka datang ke ekosistem dan memperhatikan parasit, memperlakukannya sama seperti pemain hewan lainnya. “Kami menyadari kalau, walaupun ukurannya kecil, parasit berada di rantai makanan tertinggi dan dapat merusak aturan kalau hewan kecil lebih banyak jumlahnya,” kata peneliti Kevin Lafferty, ahli ekologi dari   U.S. Geological Survey di UCSB.

Data dikumpulkan dari tiga muara di Kalifornia Selatan dan Kalifornia Baja. Para peneliti menghitung dan menimbang parasit dan hewan lain sebelum mendokumentasikan kalau parasit memang lebih sedikit daripada hewan kecil lainnya.“Memperhatikan parasit adalah bagian utama studi ini,” kata peneliti  Armand Kuris,profesor zoologi UCSB. “Parasit setidaknya separuh dari semua keanekaragaman hayati. Dan mereka berbeda dalam beberapa cara dasar daripada bentuk kehidupan lainnya. Walau begitu, ilmu ekologi sering mengabaikannya. Bagaimana kita bisa memahami bagaimana kehidupan bekerja jika kita tidak melihat separuh dari spesies yang ada — para parasit?

“Parasit membantu kita menemukan teori yang tepat, melihat pola sesungguhnya di alam, dan menguji teorinya dengan lebih baik,” kata Kuris. “Selain ukuran tubuh, aturan umum bagi kelimpahan hewan memiliki faktor dalam rantai makanan dan baik hewan kecil dan besar bisa jadi konsumen utama.”Para ilmuan juga menemukan aturan umum kedua: kalau jumlah biomassa yang dihasilkan sebuah populasi tidak tergantung pada ukuran tubuh hewan dalam populasi, atau pada tipe hewan apa – burung, ikan, kepiting, atau parasit.“Bila aturan ini bersifat umum, itu artinya populasi kutu daun dapat menghasilkan biomassa sama besar dengan populasi rusa,” kata Lafferty. “Lebih jauh, cacing pita yang memangsa populasi rusa menghasilkan lebih sedikit biomassa daripada rusa, namun dapat menghasilkan biomassa yang sama banyak dengan populasi singa gunung yang juga memangsa sang rusa.”

“Meramalkan kelimpahan hewan adalah salah satu hal paling dasar dan berguna dalam ilmu ekologi yang dapat berikan untuk manajemen dan penelitian dasar,” kata Hechinger. “Aturan sederhana ini membantu karena ia dapat diterapkan pada semua mahluk hidup dan dapat dengan mudah diterapkan dalam ekosistem kompleks dalam dunia nyata.”Peneliti lain termasuk Andy Dobson dari Universitas Princeton dan Lembaga Santa Fe, dan James Brown dari Universitas New Mexico.Penelitian ini sebagian didanai oleh Program Penyakit Menular  Lembaga Kesehatan Nasional AS dan Yayasan Sains Nasional AS.

sumber berita:

University of California – Santa Barbara. referensi jurnal

Ryan F. Hechinger, Kevin D. Lafferty, Andy P. Dobson, James H. Brown, Armand M. Kuris. A Common Scaling Rule for Abundance, Energetics, and Production of Parasitic and Free-Living Species.Science, 2011; 333 (6041): 445-448 DOI:10.1126/science.1204337

 

Iklan

Ilmuan Temukan Petunjuk Baru Kimiawi Asal Kehidupan

Sabtu, 28 Januari 2012 – Kimiawan organik dari Universitas York membuat kemajuan penting dalam mempelajari asal usul karbohidrat (gula) yang membentuk balok bangunan kehidupan.


Sebuah tim yang dipimpin oleh Dr Paul Clarke dari Jurusan Kimia York mencipta ulang proses yang dapat terjadi di dunia prebiotik.Bekerja dengan rekan-rekan dari Universitas Nottingham, mereka membuat langkah pertama menuju menunjukkan pada kita bagaimana gula sederhana – threosa dan erythrosa – berkembang. Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal   Organic & Biomolecular Chemistry.

Semua molekul biologis memiliki kemampuan ada sebagai bentuk kidal dan bentuk kanan. Semua gula dalam biologi tersusun dari molekul bentuk kanan namun semua asam amino yang menyusun peptida dan protein tersusun dari bentuk kidal.

Para peneliti menemukan menggunakan asam amino kidal sederhana untuk mengkatalis pembentukan gula menghasilkan produksi gula bentuk kanan yang sebelumnya dominan. Ini dapat menjelaskan bagaimana karbohidrat berawal dan mengapa bentuk kanan mendominasi alam.

Dr Clarke mengatakan: “Ada banyak pertanyaan dasar mengenai asal usul kehidupan dan banyak orang berpikir kalau ini masalah biologi. Namun agar kehidupan dapat berevolusi, harus ada saat ketika benda tak hidup menjadi hidup – segalanya sampai titik itu adalah kimia.“Kami mencoba memahami asal usul kimia kehidupan. Salah satu pertanyaan menarik adalah darimana karbohidrat dating karena mereka adalah balok penyusun DNA dan RNA. Apa yang telah kami capai adalah langkah pertama dalam jalur untuk menunjukkan bagaimana gula sederhana – threosa dan erythrosa – berawal. Kami membangkitkan gula ini dari seperangkat bahan yang sangat sederhana yang diyakini sebagian besar ilmuan ada pada saat hidup berawal.”

Sumber berita :University of York

Referensi jurnal :Laurence Burroughs, Paul A. Clarke, Henrietta Forintos, James A. R. Gilks, Christopher J. Hayes, Matthew E. Vale, William Wade, Myriam Zbytniewski. Asymmetric organocatalytic formation of protected and unprotected tetroses under potentially prebiotic conditionsOrganic & Biomolecular Chemistry, 2012; DOI: 10.1039/C1OB06798B

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.